Pengikut

Rabu, 04 Mei 2011

Masarakat muara bulian kebanjiran


Belasan rumah yang berada di RT 09 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, tergenang akibat meluapnya Sungai Batang Bulian, Sabtu (5/5). Sungai yang bermuara ke Sungai Batanghari itu diperkirakan naik satu meter.

Pantauan di lokasi, ketinggian air yang sudah merendam halaman rumah itu mulai dari setinggi lutut hingga setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi itu sudah mengganggu aktivitas warga setempat. Sebagian sudah harus menggunakan sampan bila hendak keluar masuk rumahnya.



Pemukiman yang sudah tergenang itu berada tidak jauh dari bibir sungai. Rumah tersebut semuanya rumah panggung. Belum satu rumah pun yang lantainya terendam.  Air belum menyentuh lantai rumah warga, baru sebatas merendam halaman,” kata Ibrahim, Ketua RT 09 .

Nopriandi, warga setempat mengatakan, sejak Sabtu hingga kemarin siang ketinggian air disana semakin bertambah sekitar 30 sentimeter. Dia memperkirakan seluruh rumah yang ada di wilayah RT itu, dan puluhan rumah di RT tetangganya akan tergenang bila ketinggian air bertambah 30 sentimeter lagi.

 Saya perkirakan semua rumah yang berada di pinggir sungai ini akan tergenang besok (hari ini), bila sungai terus meluap. Apalagi sempat hujan deras turun lagi, kondisi akan mengkhawatirkan,” ujar Nopriadi yang ditemui di rumahnya yang sudah dikelilingi luapan air sungai tersebut.

Meluapnya air sungai batang bulian membuat warga di sana kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka selama ini mengandalkan air sumur untuk mandi dan mencuci. Namun kini sumur-sumur  yang ada di RT itu sudah dimasuki luapan air sungai.  Bingung, mungkin akan minta ke sumur di RT lain,” ucapnya. Sedangkan untuk air minum, penduduk disana sudah memanfaatkan air galon yang dibeli di depot air.

Ketua RT setempat menambahkan, selain masalah air bersih, penduduk disana juga sudah mulai panik dengan ternak dan tanamanya. Puluhan ekor ayam, kambing, dan sapi sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi. Bila air tidak juga surut, kemungkinan besar ternak tersebut akan dijual, menghindari kerugian.

 Setiap banjir datang, kami akan mengalami banyak masalah, mulai masalah penyakit sampai masalah sumber penghasilan. Kondisi banjir di sini diperparah sejak dibangunnya pintu air di hilir sungai ini. Kalau saja pintu air itu belum ada, kami belum mendapatkan banjir,” katanya.

Pintu air tersebut berada sekitar 100 meter dari pertemuan antara Sungai Batang Bulian dengan Sungai Batanghari. Pantauan di pintu air itu, ketinggian Sungai Batang Bulian lebih tinggi satu meter dibandingkan sungai Sungai Batanghari.

Ia menyebut, keberadaan pintu air tersebut sudah menyusahkan warga setempat. Biasanya banjir akan terjadi di wilayah itu bila hujan deras sangat sering turun di bagian hulu sungai. Namun saat ini, biarpun tidak sering terjadi hujan deras, mereka ketiban banjir karena air dari Sungai Batang Bulian tidak bebas keluar di pintu air. Kondisi itu, sambungnya, mereka alami sejak dua tahun terakhir ini..

Pemerintah sendiri belum mendapat laporan terkait adanya banjir yang melanda belasan rumah itu.  Sampai sekarang belum ada laporan, baik dari warga maupun dari kelurahan,” kata Hj Nelly, Camat Muara Bulian saat dikonfirm di ruang kerjanya.

Namun setelah mendapat informasi yang disampaikan wartawan, katanya, ia akan langsung turun ke lokasi untuk meninjau keadaan yang sebenarnya.  Sore ini saya akan turun langsung kesana. Setelah itu kami akan cari solusi pemecahan masalahnya dan salurkan bantuan,” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar