Pengikut

Kamis, 07 April 2011

Banjir Bukti Penataan Kota Medan Tidak Maksimal


MEDAN  - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejehrtera (PKS) DPRD  Medan Muslim Maksum mengatakan, banjir yang terjadi di Medan Jumat lalu  menandakan penataan  pembangunan di Kota Medan tidak maksimal.

"Ini menunjukan belum maksimalnya penataan pembangunan, malah yang terjadi banyaknya berdiri  gedung-gedung di kawasan DAS sehingga menyempitkan jalur sungai, ini tidak boleh dibiarkan," ungkap politisi dari PKS ini.

Untuk diketahui  setidaknya 9 kecamatan terendam banjir dan ratusan titik serta ribuan rumah terendam air yang melanda sejak Jumat pagi (1/4). Ke 9 Kecamatan tersebut yakni Medan Tuntungan, Medan Barat, Medan Selayang, Medan, Sunggal, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Johor, Medan Helvetia dan Medan Maimun.

Disebut-sebut peristiwa banjir kali ini lebih parah di banding banjir yang melanda Medan pada Januari 2010 lalu dimana sejumlah sungai meluap akibat banjir kiriman. Pasalnya,  selain meluapnya sungai-sungai khususnya Sungai Deli dan Sungai Babura, banjir juga disebabkan turunnya hujan deras sepanjang hari Kamis (30/3).

Pantauan  DNAberita hingga Senin malam, sejumlah kawasan tergenang banjir, sedangkan kemacetan terjadi hampir diseluruh Kota Medan akibat banyaknya kendaraan yang mogok tergenang air dan lainnya terpaksa putar mencari jalan alternative yang tidak terkena banjir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar