Pengikut

Senin, 25 April 2011

Pencemaran Sungai Batanghari di Level Sedang



Pencemaran Sungai Batanghari di Level Sedang
UJI MUTU: Petugas BLHD Provinsi Jambi mengambil sampel air sungai.
KUALITAS air Sungai Batanghari saat ini mengalami cemar sedang yang melebihi parameter Baku Mutu dengan Nilai -18 dihitung berdasarkan metode stored. Data ini didapat berdasarkan laporan terakhir dari pihak BLHD Provinsi Jambi.
Dijelaskan Sumardi, Kepala Bidang Sarana Teknis dan Pemantauan, bahwa tingkat pencemaran yang terjadi pada air Sungai Batanghari saat ini terdapat banyak kandungan zat yang dapat menimbulkan pencemaran pada air sungai. Di antaranya kandungan total Suspensi (TSS) yang melebihi baku mutu hingga mencapai 120 dengan skor-8, kandungan Total Fosfat (PO4) melebihi baku mutu mencapai 0,811 dengan skor -4 dan kandungan Fecal Coliform (kotoran manunia) melebihi baku mutu 1600 dengan skor -6 sehingga tingkat cemar untuk air sungai batanghari mengalami cemar sedang dengan skor -18.
"Sampai dengan saat ini laporan terakhir yang masuk di BLHD Jambi untuk kondisi kualitas air Sungai Batanghari mengalami cemar sedang,”ujarnya di ruangannya kemarin (21/04).
Sementara tingkat pencemaran air sungai telah ditetapkan standar perhitungan mengunakan metode scored. Di antaranya kelas A kondisi baik sekali dengan nilai 0 menandakan air sungai baku mati, untuk kelas B kondisi baik dengan skor -1 s/d 10 menandakan cemar ringan, untuk kelas C kondisi sedang dengan skor -11 s/d 30 menandakan cemar sedang dan untuk kelas D kondisi buruk dengan skor – 31 manandakan cemar berat.
Menurutnya, pantauan tersebut didapat berdasarkan laporan lintas provinsi untuk satu tahun yang dilakukan dalam 5 kali pengambilan sampling mutu air untuk kemudian dilakukan uji laboraturium di badan  Lingkungan hidup daerah Jambi. Dengan pengambilan sampling yang dilakukan sebanyak 5 kali Sumardi juga beralasan bahwa di dalam beberapa pengambilan sampling tersebut pihaknya akan menemukan 3 musim dalam setahunnya. “Hasil uji sampling ini agar dapat membandingkan kualitas mutu air pada waktu musin hujan, kemarau dan pancaroba,” sebut Sumardi.
                Dirinya menyebutkan, dalam melakukan uji sampling ini tetap berpedoman kepada SNI No. 06-2421 tahun 1991 sebagai panduan dalam melaksanakan uji sampling kualitas mutu air. “Pedoman ini sangat penting dalam kita mendapatkan hasil yang maksimal jadi pada buku panduan tersebut banyak memaparkan cara teknik serta media yang paling tepat,”kata Sumardi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar