Pengikut

Jumat, 01 April 2011

UNESCO Libatkan LIPI Untuk Pengelolaan Air Perkotaan

Selasa, 22 Maret 2011 -

Foto: dok Okezone
JAKARTA - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk program pengelolaan air di perkotaan Indonesia.

SWITCH-in-Asia merupakan salah satu program dari UNESCO, sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan paradigma baru yang berkelanjutan di bidang pengelolaan air perkotaan.

"Iya, LIPI juga dilibatkan dalam program SWITCH-in-Asia dari UNESCO untuk diterapkan di Indonesia. Selain LIPI, lembaga lokal yang dilibatkan oleh mereka cukup banyak, yakni Departemen Pekerjaan Umum, ITB, dan lain-lain," ungkap Hery Harjono, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dari LIPI, di acara perayaan Hari Air Sedunia 'Water for Cities: Responding to the Urban Challenge' di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Ditambahkan Heru Santoso, Deputy CEO for Research & Scientific Affairs dari LIPI, di negara lain program SWITCH-in-Asia diterapkan untuk pengelolaan air di perkotaan. Hal ini berbeda dengan penerapan di Indonesia yang hanya mengelola di suatu lokasi tertentu.

"Karena apabila diterapkan untuk perkotaan di Indonesia masih terasa berat. Sumber pendanaannya pun masih belum jelas," jelas Dr. Heru.

Sementara itu, Prof. Hubert Gijzen, Director of UNESCO Office, Jakarta, mengatakan kalau masyarakat perlu mengubah cara penanganan air di perkotaan dengan segera dan radikal guna mencegah kota kekurangan air dan tenggelam karena banjir.

"Kita perlu membangun sebuah visi tentang air untuk masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Hery Harjono mengatakan bahwa rencana penerapan program SWITCH-in-Asia untuk Indonesia sendiri diharapkan akan dimulai tahun ini atau tahun depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar