Pengikut

Jumat, 15 April 2011

Warga Korban Banjir Martubung Segel PT Agro


LABUHAN  - Ratusan warga korban banjir di Martubung lingkungan 2 akhirnya merasa kesal selalu dijanjikan namun tak terwujud akhirnya warga melakukan penyegelan terhadap Pt Agro pabrik pengolah minyak goreng tersebut dengan cara membuat tulisan dengan cat merah beruliskan "Disegel" serta PT Agro perusak lingkungan dijual.

Sejumlah warga korban banjir bersama tokoh masyarakat dan Tim 10 diketuai Dahsat Tarigan sejak pagi tadi melakukan aksinya secara damai dengan memasang tenda di depan halaman pintu gerbang PT Agro, Kamis (14/04/2011).

Pengunjukrasa umumnya kalangan anak muda, ibu rumah tangga dan anak-anak itu rela berjemur guna menuntut perusahaan pengolah minyak goreng tersebut bertangungjawab serta mau mengganti kerugian dialami warga korban banjir.

Dalam orasinya, Dahsat Tarigan SH menyebutkan meminta pimpinan atau managemen PT Agro memberikan Klarifikasi kepada masyarakat publik terhadap proses pengerjaan serta proses perizinan yang dikantongi perusahaan untuk kepentingan pengambilan air baku permukaan dari sungai deli yang menyebabkan rusaknya tanggul menimbulkan kerugian
warga serta penjelasan soal UKL/UPL serta AMDAL PT Agro.

Mendesak DPRD Sumut untuk memanggil PT Agro Jaya perdana, Camat Medan Labuhan serta eks Camat Medan Labuhan Muslim Harhap serta Lurah Martubung dan eks Lurah Martubung maupun Pemprovsu, Kepala BWSS II serta Badan Lingkungan Hidup serta kontraktor pelaksana bandang akibat ulah PT Agro membuat pengorekan tanggul hingga
mengakibatkan terjadinya banjir hingga merendam ratusan pemukiman warga di Martubung sekitarnya di Medan Labuhan.

Para korban banjir menggelar aksi damai serta berencana bila aksi ini nantinya tak ada respon dari pihak perusahaan maka warga korban banjir tak tinggal diam dalam waktu dekat ini warga yang didampingi sejumlah kuasa hukum akan menempuh jalur hukum yakni mempidanakan pihak PT Agro yang dinilai telah membuat warga sengsara.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, akibat ulah pengorekan tanggul dilakukan PT Agro kemarin menyebabkan luapan banjir bandang tak terkendali menyebar ke pemukiman warga hingga ketinggian air menyebabkan sejumlah warga sempat kesal melakukan aksi protes ke perusahaan pengolahan minyak goreng tersebut.

Aksi protes tersebut menyebabkan, pintu gerbang perusahaan yang tertutup rapat dirobohkan serta dirusak berikut bus karyawan dilempari hingga kaca bus dan kantor rusak akan tetapi aksi massa yang kesal itu tak berlangsung lama setelah petugas kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar