Pengikut

Sabtu, 09 April 2011

Banjir Landa Kota Sungaipenuh Saluran Air Dikeluhkan


BANJIR: Tampak salah satu ruas jalan di Kota Sungaipenuh yang digenangi air akibat banjir yang terjadi sore kemarin (18/03).
SUNGAIPENUH - Hujan deras yang melanda Kerinci dan Kota Sungaipenuh kemarin (18/03), menyebabkan terjadinya banjir yang menggenangi ruas jalan yang ada di Kota Sungaipenuh. Banjir terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Kumun Debai dengan Sungaipenuh.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB kemarin. Ruas jalan terlihat digenangi air setinggi lebih kurang 30 cm, sehingga menyebabkan banyak kendaraan roda dua yang mogok, saat melewati ruas jalan yang dilanda banjir kemarin.
“Airnya terlalu tinggi, sampai ke mesin motor. Akibatnya motor jadi mati sendiri,” kata Agus, salah seorang warga Desa Kumun, saat di konfirmasi koran ini kemarin sore.
Menurut Agus, setiap kali hujan deras turun, ruas jalan yang berada di kawasan SPBU Koto Lebu dan Rumah Dinas Bupati Kerinci tersebut, selalu dilanda banjir. Kondisi ini diperparah dengan saluran air di sepenjang ruas jalan yang tidak berfungsi dengan baik.
“Akibat saluran air tidak bagus, jika hujan lebat air sering melimpah dan menggenangi ruas jalan,” bebernya.
Hal yang sama dikatakan Dian, yang merupakan sopir pribadi Pejabat Walikota Sungaipenuh, yang kebetulan sedang melintas di ruas jalan tersebut. “Kita rencananya mau mengisi minyak di SPBU Koto Lebu, namun karena banyak kendaraan yang mati dan menyebabkan macet, terpaksa tidak jadi,” sebutnya.
Pantauan koran ini kemarin, selain menggenangi ruas jalan, air juga menggenangi sejumlah rumah warga. “Kita berharap pemerintah segera memperbaiki saluran air di sepanjang Jalan Kumun Debai. Pasalnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, banjir selalu terjadi,” ungkap Aspardi, salah seorang warga di sekitar lokasi banjir, kemarin.
Ditambahkannya, salah satu solusi untuk mengantisipasi permasalahan banjir tersebut, saluran air di sepanjang Jalan Kumun Debai harus di gali kembali dan diperbesar. Serta memeriksa beberapa titik yang tersumbat, sehingga air bisa mengalir dengan lancar. “Kalau sudah digali dan diperbesar, dan memeriksa got-got yang tersumbat, air bisa mengalir dengan lancar, jadi tidak akan terjadi banjir lagi,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar