Pengikut

Jumat, 01 April 2011

Syariat Islam, Solusi Krisis Air Dunia


Syariat Islam, Solusi Krisis Air Dunia
Krisis air bersih tengah mengancam peradaban manusia. Perubahan iklim akibat pemanasan global telah membuat ketersediaan air di seantero dunia kian menyusut. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperkirakan, sekitar 1,9 miliar warga Asia dan Afrika dalam beberapa dekade mendatang bakal mengalami krisis air. Itu berarti kehidupan umat manusia berada dalam ancaman. Krisis air merupakan puncak dari semua krisis sosial dan alam. Betapa tidak, air adalah hal yang paling utama bagi kehidupan manusia di planet bumi. "Ketersediaan air telah menurun secara drastis pada tingkat tidak berkesinambungan," ujar Dirjen UNESCO, Koichiro Matsuura, dalam sebuah kesempatan, akhir April lalu.

Dua dekade mendatang, ketersediaan air akan menurun hingga sepertiga dari saat ini. Kerusakan lingkungan yang kian meluas membuat semua negara di dunia berada dalam ancaman. Tak akan ada bagian dari bumi ini yang terbebas dari krisis air. Ketahanan pangan dunia pun terancam.

Di tengah ancaman krisis air dunia itu, berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dunia. Syariat Islam ternyata mampu menjadi salah satu solusi penting bagi penyediaan air bersih.
Adalah sebuah perusahaan konsorsium berbendera Inggris dan Swiss yang mencoba menjadikan syariat Islam sebagai jawaban atas krisis air tersebut. Untuk pertama kalinya, konsorsium itu meluncurkan dana investasi penyediaan air bersih yang menerapkan prinsip syariat Islam.

Proyek itu diluncurkan di tengah tingginya kebutuhan air bersih di dunia. ''Bergabung dengan Gatehouse Bank--bank Islam yang berbasis di Inggris--kami menjadi mitra yang kompeten dan reputable untuk meluncurkan Islamic Finance Water Strategy," tutur Sander van Eijkern, CEO Sustainable Assets Management (SAM), yang berbasis di Swiss dalam pernyataannya, Kamis (7/5).

Dana investasi itu menawarkan pinjaman jangka panjang bagi investor yang bergerak di bidang industri air. Yang menarik, dana pinjaman tak menggunakan sistem bunga, namun lewat bagi hasil. Islam memang mengharamkan riba. Karena itu, tak memberlakukan sistem bunga dalam pemberian pinjaman.

Selain itu, sistem keuangan dan perbankan syariah juga tak akan memberikan pinjaman untuk investasi di industri yang diharamkan agama Islam, seperti alkohol, perjudian, pornografi, serta hal yang berkaitan dengan babi.

"Dana investasi syariah merupakan strategi untuk menarik minat investor di bidang indutri air bersih yang berorientasi jangka panjang dengan menerapkan prinsip ekonomi syariah,'' papar Eijkern seperti dikutip Islamonline.net.

Lembaga ini akan membidik investor dari lembaga-lembaga Islam. Menurut dia, SAM yang telah mengelola 1,5 miliar dana investasi air akan menjadi pengelola aset.

Sedangkan, Gatehouse akan menjadi perusahaan pelapis yang menjamin kesepakatan investasi dikelola dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Kolaborasi Islamic Finance Water Strategy itu mendorong perusahaan-perusahaan untuk bergerak dalam bidang penyediaan air bersih melalui teknologi, produk, dan pelayanan bagi penyediaan air bersih yang sesuai dengan syariat.

Dana investasi ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan krisis air yang dialami negara-negara di dunia. Berdasarkan data badan kesehatan dunia, saat ini sekitar 1,1 miliar penduduk dunia hidup tanpa dukungan air bersih. Dana investasi air yang sesuai syariat merupakan gabungan dari manajemen keuangan dengan ekonomi syariat.

Bulan lalu, F&C Asset Management yang berpusat di Inggris bermitra dengan BMB Islamic menawarkan sebuah investasi produk yang memadukan etika dengan prinsip-prinsip Islam. Satu lagi bukti bahwa syariat Islam bisa menjadi solusi bagi dunia.  heri ruslan 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar