Pengikut

Jumat, 15 April 2011

Puluhan Rumah Warga Akan Digusur

Mei Mendatang Jerambah Beton Dibangun
KUALAJAMBI - Sebanyak puluhan rumah warga di Kelurahan Kampung Laut, yang berada disepanjang bibir sungai Batanghari akan terkena proyek jerambah beton. Konsekuensinya, hunian yang kebanyakan berkontruksi kayu tersebut bakal rata dengan tanah. Pembongkarannya harus sudah dimulai sekarang ini. Yang menarik, pembongkarnya bukanlah pemkab, melainkan pemilik rumah itu sendiri.
Sedangkan pembangunan jerambah beton  rencananya dilakukan pada Mei mendatang. Jerambah tersebut akan dibangun sepanjang 1,2 kilometer atau 1200 Meter.
“Pembongkarannya murni swadaya pemilik rumah, tanpa bantuan dari pemkab,” ujar Lurah Kampung Laut Frans Afrianto kepada harian ini, kemarin (14/4).
Tidak dilibatkan pemkab dalam pembongkaran rumah warga tersebut sudah berdasarkan kesepakatan bersama. Yaitu hasil rapat antara pemilik rumah dengan ketua RT, RW, tokoh masyarakat, dan pihak pemerintah kecamatan.
“Ya, warga bersama pihak pemerintah kecamatan telah sepakat bahwa pembongkaran tersebut dilakukan oleh pemilik rumah sendiri. Tidak ada bantuan dalam bentuk tenaga atau lainnya dari pemerintah,” terang Frans Afrianto.
Dia menambahkan dalam pembongkaran ini,  pemilik rumah juga tidak mendapatkan ganti rugi apapun dari pemkab. Hal ini dikarenakan areal bibir pantai yang dijadikan kawasan pemukiman warga bukan tanah yang dikuasai oleh warga.
Makanya, jika bangunan warga ini belum selesai pembongkaran hingga awal Mei mendatang dengan terpaksa pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan menindak tegas dan membongkar paksa bangunan tersebut. “Pengerjaan jembatan akan dimulai pertengahan Mei nanti. Maka, mau tidak mau masyarakat harus membongkar sebelum waktu yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Disinggung soal dimana titik awal pengerjaan, Frans mengatakan, pihaknya belum mengetahui dari mana dimulainya pengerjaan tersebut. “Kalau masalah dimana titik nol pengerjaan, saya belum mendapat informasi. Itu tergantung keputusan Dinas PU dan pihak ketiga,” terangnya.
Hingga berita ini ditulis Dinas PU Tanjungjabung Timur belum memberikan keterangan terkait upaya pembongkaran hunian warga tersebut. Sebab, Kepala Dinas PU Darmawan tidak berada ditempat. Menurut salah seorang staf di kantor Dinas PU, pimpinannya sedang dinas luar. “Bapak sedang dinas luar, Mas,” ujarnya.
Terpisah, beberapa warga yang rumahnya terkena proyek jerambah beton mengakui pembongkaran tersebut. Mereka juga tidak mendapatkan ganti rugi dari pemkab.
“Hasil kesepakatan menyatakan demikian. Kami harus mematuhi, apalagi tanah di kawasan bibir sungai bukan hak milik kami,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar