Pengikut

Selasa, 22 Maret 2011

Banjir Pasang Sengsarakan Warga Belawan, Tindak Tegas Penebang Hutan Bakau



BELAWAN | DNA - Banjir pasang timbulkan keresahan bagi warga pesisir Belawan kembali terjadi belakangan ini, sebagaimana yang terpantau DNAberita Selasa siang (22/03/2011) mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB banjir pasang air laut kembali genangi pemukiman warga bahkan kian parah merambah sampai ke badan jalan.

Khususnya di daerah Kelurahan Bagan Deli, serta Jalan Kampar Kelurahan Belawan I, Kampung Kurnia serta Belawan Sicanang Belawan, kondisi pasang kian besar dan tinggi bahkan usai pasang menyebabkan kondisi lingkungan kian kotor apalagi air pasang laut selalu membawa berbagai sampah dan kotoran limbah pabrik masuk ke pemukiman warga.

Banjir pasang air laut tak hanya merendam ribuan rumah milik warga pesisir namun banjir pasang kali ini terbilang besar merambah ke sejumlah badan jalan lintas Medan Belawan mengganggu aktivitas warga.

Kondisi pasang air laut ini tidak hanya meresahkan warga tukang becak serta nelayan namun kalangan pemburu dolar di Pelabuhan Belawan turut terkena imbasnya,pasalnya sejumlah kantor ekspedisi muatan kapal laut maupun kantor bongkar muat Pelabuhan digenagi air asing penyebab kerosin kenderaan bermotor tersebut.

Hal yang sama juga diresahkan sejumlah kalangan nelayan langgei yang ada disepanjang aliran sungai Deli, mereka resah saat air laut pasang kapal ikan mereka tak bisa melintasi jembatan Kuning perbatasan Medan Belawan sehingga keangan nelaan terpaksa mengantri sembari menunggu surutnya pasang.

"Tiap kali pasang,kapal kami tak bisa melintasi kolong jembatan dan terpaksa kami mengantri disini", ungkap Zul (42) seorang nelayan langgei mengeluhkan kondisi pasang besar landa kawasan Belawan dan Labuhan Deli.

Keluhan juga disampaikan Masriani (40) Ibu rumah tangga ini mengaku, tak bisa keluar rumah saat banjir pasang memasuki ruangan rumah, ia dan keluarganya terpaksa kerja keras menguras air pasang laut yang membawa berbagai sampah dan dikhawatirkan hewan laut seperti ular laut, kepiting serta ubur-ubur kerap masuk bila tak segera dikuras.

Biasanya pasang besar ini perlu waktu 6 jam untuk kembali surut, tapi kalau hampir setiap harinya dalam seminggu kondisi pasang begini terus ya, membuat pusing kepala serta mengancam datangnya penyakit muntaber serta diare dan gatal-gatal, keluh ibu lima anak yang tinggal di kawasan Jalan Kampar Belawan I tersebut.

Warga menuding banjir pasang kian besar belakangan ini akibat maraknya aksi perambahan hutan Magrove yang tak terjamah hukum serta semangkin gencarnya pembuatan tambak alam yang mengorbankan penebangan hutan bakau serta perambahan lahan konservasi di sekitar kawasan Percut Seituan, Belawan serta Langkat, warga berharap pelaku perambahan hutan bakau segera ditangkap agar kawasan Belawan tak tenggelam dilanda banjir pasang yang kini sudah mencapai ketinggian hampir 1 meter di setiap pemukiman warga.

Akibat aksi penenbangan hutan bakau sebagai penahan laju pasang air laut kondisinya kini kian kritis, tak anya menambah pemanasan global namun juga belakangan ini kawasan Belawan sekitarnya terancam tenggelam dilanda banjir pasang.

Sedangkan upaya pencegahan dari instansi dan aparat terkait berkenaan kondisi ala mini tak kunjung memuahkan hasil positif sehingga kawasan Belawan kerap mengalami langanan banjir hampir setiap harinya mulai pukul 14.00 WIB hingga menjelang Magrib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar