Pengikut

Rabu, 09 Maret 2011

PDAM Tirtanadi Lakukan Pencucian Pipa, Warga Susah Cari Air



MEDAN UTARA - Keresahan Warga di kawasan Griya Martubung akan air PDAM Tirtanadi tak kunjung terobati menyusul masih berlangsungnya pelaksanaan pencucian pipa yang dilaksanakan pihak PDAM Tirtanadi hingga Jumat mendatang.

"Kami memang sedang ada pelaksanaan pencucian pipa sejak beberapa hari lalu mulai dari jalur distribusi pipa kawasan Limau Mungkur hingga Tembung dan menyusul dari Tembung ke kawasan Martubung yang diperkirakan akan selesai Jumat depan, pelaksanaan pencucian pipa ini juga sebelumnya telah diberitahukan pada kalayak ramai melalui media massa," ungkap Nardi selaku Kepala bidang jaringan distribusi PDAM Cabang Medan Labuhan saat dikonfirmasikan berkenaan ngadatnya aliran air di kawasan Martubung sekitarnya.

Nardi juga menjelaskan, pelaksanaan pencucian pipa dilaksanakan rutin setiap tahunnya guna menambah debit air serta membersihkan air dari sejumlah kotoran yang ada di dalam pipa distribusi air.

Ditanya soal kenapa PDAM Tirtanadi tak mengandalkan jalur pipa alternatif atau cadangan?, Nardi mengaku keterbatasan dana dan sulitnya lahan menjadi penyebabnya sehingga sebagai alternatifnya agar warga tak kekurangan air adalah pihak PDAM Tirtanadi terus melakukan operasi keliling dengan mobil tangki air bersih ke pemukiman warga pelanggan Tirtanadi yang terkena pelaksanaan pencucian pipa.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, warga Martubung dan Medan Labuhan resah, menyusul aliran air mati alias ngadat lagi tanpa alasan yang pasti. Akibatnya sebagian besar warga mengambil alternatif untuk membeli air dalam botol kemasan meski harus mengeluarkan biaya besar.

"Sejak ngadatnya air di rumah bang, kami terpaksa mandi, memasak serta keperluan kebutuhan rumah tangga membeli air kemasan, kami berharap pihak Tirtanadi jangan hanya bisa mengenakan denda pembayaran bila pelanggan nunggak membayar air namun bila air mati tiba-tiba seperti ini bagaimana?, dimana keadilan bagi rakyat ini, kami minta agar PDAM
segera mengaktifkan kembali aliran air di rumah kami," ungkap Abu Ansyari (43) seorang warga di kawasan itu melaporkan.

Menurut Ansyari, kasihan bagi warga yang hidupnya pas-pasan disini, mau beli air kemasan terpaksa mikir panjang bahkan biasanya mandi 3 kali sehari namun sejak air PDAM irtanadi mati terpaksa mandinya hanya sekali untuk menghemat pengeluaran biaya rumah tangga, keluhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar