Pengikut

Rabu, 09 Maret 2011

Masyarakat kota jambi Keluhkan Tarif PDAM

KOTABARU - Tarif PDAM Kota Jambi telah dinaikkan sejak bulan Januari 2011 lalu. Pihak PDAM pun mengaku sejak kenaikan tarif, tidak ada pelanggan yang mengeluhkan pembayaran rekening.
Eri Suganda, Humas PDAM Tirta Mayang mengatakan, sejak dilakukannya kenaikan tarif air minum PDAM pelanggan tetap normal. “Tidak ada gejolak dari pelanggan,” katanya.
Dijelaskan, kenaikan tarif PDAM hanya 30 sampai 40 persen atau Rp 400 per kubik. Sebelum kenaikan tarif, pelanggan kategori 3 A atau menengah kebawah dikenai tarif Rp 1.300 untuk pemakaian 1-10.000 liter air. Setelah kenaikan tarif dikenakan Rp 1.700.
Sedangkan pelanggan kategori 2 D yaitu rumah papan, sebelum kenaikan tarif dikenakan Rp 1.200 untuk pemakaian 1-10.000 liter air. Setelah kenaikan dikenakan Rp 1.600. “Lebih dari 10.000 liter dikenakan tarif progresif,” ujarnya. 
Tarif progresif itu dikenakan jika pelanggan menggunakan air sebanyak 10.000-20.000 liter air dan pemakaian 20.000 liter ke atas. Dicontohkan, jika pelanggan 3A menggunakan 10.000 liter air, maka pelanggan tersebut harus membayar Rp 1.700 untuk 10.000 liter ditambah Rp 2.900 untuk satu liter selanjutnya. Jika pelanggan 3A menggunakan 20.000 liter air atau lebih, dikenakan tarif Rp 5.300. “Hanya 10.000 liter pertama yang disubsidi, satu liter selanjutnya dikenakan tarif progresif,” jelasnya.
Menurut Eri, diberlakukannya tarif progresif bertujuan agar masyarakat berhemat. “Bagi yang boros tentu akan membayar lebih mahal dari yang biasa,” ujarnya.
Ditanya berapa kenaikan pendapatan PDAM selama kenaikan tarif, Eri mengaku data pendapatan untuk bulan Januari belum dihitung semua. “Baru dikumpulkan, pertengahan Maret baru ketahuan berapa pendapatan kita,” katanya.
Dengan naiknya tarif, apakah ada perbaikan kualitas produksi maupun distribusi? Eri mengaku PDAM belum melakukan. Menurutnya, jika pendapatan PDAM berlebih selama kenaikan tarif dan biaya produksi tidak berubah, maka kelebihan pendapatan tersebut akan dicadangkan untuk investasi seperti penggalian pipa dan meningkatkan kapasitas produksi air. “Kami rencanakan investasi itu bulan Juli 2011,” tandasnya.
Sementara itu, beberapa pelanggan PDAM, mengeluhkan besarnya tagihan rekening PDAM. Pasalnya, tagihan yang dibayarkan sejak naiknya tarif PDAM bisa mencapai tiga kali lipat dari tagihan sebelum kenaikan tarif.
Darma, warga Jelutung mengaku, biasanya ia hanya membayar tagihan Rp 15 ribu per bulan, namun sejak kenaikan tarif ia membayar tagihan rekening Rp 80 ribu. “Paling mahal bayar tagihan sebelum tarif naik Rp 30 ribu. Rata-rata hanya Rp 15 ribu. Tapi sekarang Rp 80 ribu, sangat mahal,” katanya.
Menurutnya, selama bulan Januari, pemakaian air di rumahnya normal, seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun ia heran dengan bengkaknya tagihan yang harus dibayarnya.
Selain mengeluhkan tarif, Darma juga mengeluhkan pelayanan PDAM yang tidak ada perubahan. Menurutnya, air yang disalurkan ke rumahnya masih keruh dan bertanah. “Tarif sudah naik, tapi pelayanan tetap buruk,” cetusnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar