Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa
persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus
terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya
sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini
menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak
berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Danau
Sesuai dengan daur hidrologis, maka air hujan tersebut sebagian akan mengisi danau dan situ baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui mata air dan aliran sungai. Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 500 danau yang tersebar dari dataran rendah hingga puncak gunung. Dari sekian banyak danau tersebut, Danau Toba di Sumatera Utara yang mempunyai luas sekitar 110 ribu hektar merupakan danau yang terluas di Indonesia.
Cekungan Air
Sebagian air hujan juga akan masuk ke
cekungan air tanah yang potensinya mencapai lebih dari 308 milyar m3.
Potensi volume cekungan air tanah terbesar berada di Sumatera yaitu
sebesar 110 milyar m3.


Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008
Sungai
Air hujan juga akan mengalir ke sungai
yang di Indonesia pada umumnya mempunyai volume lebih dari 1 milyar m3.
Tabel 2.4 menunjukkan volume dan kondisi hidrologis beberapa sungai di
Indonesia pada tahun 2006.

Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008

Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar