Pengikut

Senin, 21 Maret 2011

Potensi Air di Indonesia

Indonesia memiliki enam persen dari persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik, namun pada kenyataannya dari tahun ke tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan dan kesulitan air. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat kerusakan dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15–35% per kapita per tahun.
Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.

Danau

Sesuai dengan daur hidrologis, maka air hujan tersebut sebagian akan mengisi danau dan situ baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui mata air dan aliran sungai. Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 500 danau yang tersebar dari dataran rendah hingga puncak gunung. Dari sekian banyak danau tersebut, Danau Toba di Sumatera Utara yang mempunyai luas sekitar 110 ribu hektar merupakan danau yang terluas di Indonesia.
graphic_danauHasil pemantauan volume beberapa waduk utama di Indonesia, terutama di Pulau Jawa menunjukkan bahwa pada tahun 2008 volume waduk pada umumnya menurun pada bulan April hingga Oktober. Waduk Cirata di Jawa Barat mengalami penurunan volume air terbesar yaitu sebesar 89 persen. Sedangkan Waduk Sermo di DI. Yogyakarta mengalami penurunan terkecil yaitu sekitar 33%. Persentase penurunan volume waduk selama musim kemarau mengindikasikan adanya kerusakan fungsi resapan air di bagian hulu.

Cekungan Air

Sebagian air hujan juga akan masuk ke cekungan air tanah yang potensinya mencapai lebih dari 308 milyar m3. Potensi volume cekungan air tanah terbesar berada di Sumatera yaitu sebesar 110 milyar m3.kecenderungan_volume_beberapa_waduk
kecenderungan_volume_beberapa_waduk
Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008

Sungai

Air hujan juga akan mengalir ke sungai yang di Indonesia pada umumnya mempunyai volume lebih dari 1 milyar m3. Tabel 2.4 menunjukkan volume dan kondisi hidrologis beberapa sungai di Indonesia pada tahun 2006.

volumesungai
Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008
volumesungai2
Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar