Pengikut

Rabu, 09 Maret 2011

Warga Insit Dambakan Sumur Bor Ketika Sulit Mendapatkan Air


8 Maret 2011
 
SELAT PANJANG-Sulitnya mendapatkan air bersih ketika datang musim panas dan air pasang besar, warga Desa Insit Laut, Kecamatan Tebing Tinggi Barat sangat berharap kepada pihak pemerintah untuk dapat membangun sumur bor di sekitar pemukiman penduduk. Soalnya, sudah hampir dua bulan terakhir, warga terpaksa pergi mendapatkan air bersih ke hutan. Bahkan, tidak sedikit warga harus memanfaatkan air tanah merah agar dapat menikmati air yang layak digunakan. Menurut salah seorang Anggota BPD Insit, M Yusuf, kondisi tanah di wilayah Desa Insit Laut, pada umumnya tanah pantai karena berdekatan dengan laut, setiap sumur warga yang ada airnya tidak dapat digunakan dengan baik, ini disebabkan rasa asin dan warnanya kekuning-kuningan. Apabila dipakai untuk mandi, maka sabunnya lengket di badan, kondisi ini berbeda dengan air tanah gambut. “Lebih parah lagi, apabila terjadi air pasang besar rata-rata sumur warga dimasuki air laut, sehingga air sumur tersebut hanya dapat digunakan untuk mencuci piring dan untuk membersihkan toilet. Sedangkan untuk mandi dan mencuci pakaiaan, warga terpaksa mencari air lain yang ada di tanaha gambut,”ujar M Yusuf. Sementara, untuk PDAM sendiri belum ada pipanya yang masuk kewilayah Desa Insit, padahal induk pipa PDAM tersebut melewati Desa Insit. Salah satu solusi yang tepat saat ini, harus dibangun sumur bor, minimal untuk wilayah Insit Laut yang jumlaah penduduknya mencapai 350 KK tersebut dibangun 5 sumur Bor. Sekretaris Desa Insit, M Barak, saat dihubungi  mengaku, beberapa tahun lalu ada masuk proyek sumur bor dari Dinas Pertambangan Provinsi Riau, tapi sayangnya saat dimulai pekerjaan pengeboran dan seluruh pipanya sudah didatangkan dari Pekanbaru, tapi ternyata proyek tersebut tidak jadi dikerjakan, sehingga puluhan batang pipa terbuang begitu saja, dan sampai saat ini kondisi pipa tersebut sudah mulai berkarat. “Kami tidak tahu persis kenapa proyek pengeboran sumur bor tersebut tidak jadi dilanjutkan, padahal seluruh bahannya sudah didatangkan dari Pekanbaru, sekarang bahan tersebut ada disamping rumah saya,”ujar Sekdes Insit.

Air Tanah Merah Alternatif
Salah satu warga Jalan Dorak, Selatpanjang saat dikonfirmasi , Senin (7/3) mengatakan, memang belakangan ini air bersih sangat sulit untuk di dapatkan. Tidak heran, banyak warga yang mengambil air di kolam yang ada di pertengahan Kota Selatpanjang.
“Kita akui masalah air menjadi persoalan di daerah kami, terutama air bersih, namun sejauh ini kami bersama warga sekitar memiliki sumur cicin sendri, dan airnya tidak begitu menjanjikan.” ujarnya.
Kendati demikian, salah satu alternatif yang digunakan masyarakat Selatpanjang adalah, menggunakan air merah yang berasal dari tanah gambut untuk keperluan sehari-hari. “Lebih baik menggunkan air tanah merah, dari pada air tanah liat,” katanya.
Kesulitan mendapatkan air juga dikeluhkan warga lainnya. Usman misalnya, untuk memenuhi kebutuhan air dirinya harus rela mengangkut jirigen. Mengingat, untuk mengandalkan sumur yang ada dirumahnya sudah sejak beberapa minggu ini mengering, karena hujan sudah lama sekali tidak turun.
“Sebelumnya saya memanfaatkan bak penampungan air dirumah, tapi bak itu sudah pecah, jadi untuk kebutuhan mencuci dan mandi saya harus mengangkut air dari tempat lain,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar