Pengikut

Rabu, 09 Maret 2011

Rio, Bocah SD Penarik Getek di Sungai Ular


MEDAN  - Rio (08) seorang bocah yang masih duduk di kelas I SD hampir setiap harinya bergelut dengan waktu demi mengapai cita-citanya menjadi seorang pilot.Bahkan anak kedua dari empat bersaudara ini menjadi pusat perhatian dari kalangan pengguna jasa getek yang hendak menyeberangi aliran Sungai Ular di perbatasan Pantai Cermin dengan Pantai Labu.

Rio memang terbilang lain dari anak lain seusia dirinya, sepulang sekolah Rio sanggup menjalankan pekerjaan orang dewasa, tak hanya sekedar menarik getek namun sesekali Rio juga bergabung dengan para penggali pasir lainnya untuk mengangkat pasir dari sungai ular ke daratan, makanya Rio kerap dijuluki bocah samson dari Sungai Ular.

Kerja keras serta kerajinanya itulah membuat banyak orang sayang padanya hingga seusai melakukan pekerjaan dorong getek, Rio bisa membawa pulang uang Rp10 ribu. "Uang itu kuberi sama mamaku bang, kalau ada diberi mamak kubelikan jajanan,"ungkap Rio sembari mendorong getek dengan sebatang bambu tanpa hambatan, Senin (07/03/2011).

Orangtua Rio bernama Keling (43) membenarkan sejak lahir pembawaan Rio memang tak merepotkan, bahkan ia tak segan-segan melakukan pekerjaan orang dewasa meski sudah saya larang namun ia malah terus melakukannya.

"Saya jadi takut, kalau Rio asyik bekerja nanti sekolahnya bisa saya ingin ia itu pintar jangan dulu kerja cari uang tapi perbanyak cari ilmu apalagi Rio terbilang lain sendiri dari saudaranya yang sifatnya mandiri,"ungkap orang tua Rio yang saat ini menetap di pondok bibir Sungai Ular tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar