Pengikut

Rabu, 09 Maret 2011

Kemarau, Warga Muarabulian Mulai Kesulitan Air Bersih

MUARO BULIAN - Sudah hampir satu bulan kemarau melanda bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batanghari khususnya di Kecamatan Muarabulian. Akibat kemarau yang terus berkepanjangan membuat warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Kesulitan untuk mendapatkan air bersih tersebut karena sumber utama air berasal dari sumur, namun saat ini sumur sudah mulai kering. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga mulai pergi ke Sungai Batanghari, baik itu untuk mandi maupun mencuci.
Seperti diutarakan Rahma yang tinggal di Kompek Indo Karya Kelurahan Teratai Kecamatan Muarabulian, mengaku sudah satu minggu berulang mandi dan mencuci ke sungai Batanghari, karena sumurnya juga mengalami kekeringan. Diakuinya meskipun air masih ada namun sudah mengeluarkan bau dan warna yang tidak sedap.
"Memang air sumur belum terlalu kering, namun karena sudah keruh dan baunya tidak sedap terpaksa saya harus pergi ke sungai," ungkap Rahma.
Kalau untuk kebutuhan Minum lanjut Rahma, tidak merasa kesulitan karena bisa beli di Depot air minum. Dirinya merasa kuatir jika kemarau ini terus berkepanjangan sehingga harus berulang kesungai dalam waktu yang lama.
Dirinya berharap Pemkab melaui PDAM Tirta Batanghari menyediakan penampungan air bersih ditempat-tempat yang sudah mengalami kekeringan apalagi letaknya berada jauh dari
Sungai Batanghari seperti di Komplek Indo Karunia tersebut.
Informasi lain, seperti di Kecamatan Bajubang tepatnya di Desa Panerokan warga juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih, untuk mendapatkan air bersih warga mengangkut menggunakan derigen mengambil dari tempat sumur yang belum mengalami kekeringan.
Lalu bagaimana langkah dari PDAM Tirta Batanghari mengatasi krisis air bersih yang mulai melanda Kabupaten Batanghari. Namun sayangnya hal ini belum berhasil dikonfirmasikan, Direktur PDAM ketika ditemui di kantornya sedang tidak berada ditempat, dihubungi via ponselnya juga sedang tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar