Pengikut

Selasa, 01 Maret 2011

Daftar Istilah Program Desa Siaga

Desa SiagaDesa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Berikut daftar istilah yang berkaitan dengan program desa siaga dan Puskesmas!

1. UKBM : Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat
2. PHBS : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3. Si (siap) : yaitu pendataan dan mengamati seluruh ibu hamil, siap mendampingi ibu, siap menjadi donor darah, siap memberi bantuan kendaraan untuk rujukan, siap membantu pendanaan, dan bidan wilayah kelurahan selalu siap memberi pelayanan.

A (antar) : yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen lainnya dengan cepat dan sigap mendampingi dan mengatur i

Ga (jaga) : yaitu menjaga ibu pada saat dan setelah ibu melahirkan serta menjaga kesehatan bayi yang baru dilahirkan.

4. Poskesdes (Pos Kesehatan Desa)
5. Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren
6. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja)
7. Dasoskes (Dana Sosial Kesehatan)
8. Tabulin (tabungan ibu bersalin)
9. Amdes (ambulan desa)
10. Pokmair (kelompok pemakai air)
11. Jumantik (juru pemantau jentik)
12. Polindes (pondok bersalin desa)
13. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
14. Wod/Pod (Warung Obat Desa/Pos Obat Desa)
15. Toga (Taman Obat Keluarga)
16. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
adalah unit fungsional pelayanan kesehatan terdepan sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kota atau kabupaten yang melaksanakan upaya penyuluhan, pencegahan dan penanganan kasus – kasus penyakit di wilayah kerjanya, secara terpadu dan terkoordinasi.

17. Puskesmas Keliling (Puskel) adalah program pelayanan kesehatan terpadu keluar gedung puskesmas yang menjangkau daerah terpencil, tempat tinggal masyarakat yang sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan terdekat.

18. Manajemen Puskesmas adalah suatu rangkaian yang sistematik dan terpadu yang meliputi unsur – unsur perencanaan (P1), penggerakkan pelaksanaan (P2), Pengawasan Pengendalian dan Penilaian (P3) dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan Puskesmas.

19. Pelayanan adalah usaha, upaya atau kegiatan – kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan sesuai profesi keahlian masing-masing.
20. Pengabdian adalah pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagi wujud aktualisasi (pengembangan kemampuan diri) dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

21. Promotif adalah upaya untuk memperkenalkan (sosialisasi) dan mengarahkan opini, persepsi, sikap dan tindakan masyarakat dalam menunjang pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

22. Preventif adalah usaha untuk melakukan pencegahan terhadap risiko penularan penyakit dan penyebaran penyakit yang berpotensi menular atau menimbulkan wabah penyakit.

23. Kuratif adalah upaya dalam pengobatan dan penanganan penyakit yang telah diduga dan didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang.

24. Administrasi adalah suatu kegiatan pelayanan ketatausahaan, seperti: pencatatan, pelaporan dan pengarsipan hasil kegiatan, yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijakan program untuk mencapai tujuan organisasi.

25. Evaluasi adalah sebuah kegiatan penilaian, pengawasan dan pengamatan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui rapat pertemuan untuk menentukan hasil program pelayanan kesehatan dan penetapan kebijakan program selanjutnya.

26. Koordinasi adalah kegaiatan mengatur pelayanan kesehatan, dan menggalang kerjasama tim, secara horizontal, lintas program (dalam unsur pelayanan) maupun vertikal, lintas sektoral, (dengan institusi lainnya) sehingga program, peraturan dan penentuan tindakan yang akan dilaksanakan bisa saling mendukung pencapaian target pelayanan.

27. Surveilans (Menurut WHO) adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan. Oleh karena itu perlu di kembangkan suatu definisi surveilans epidemiologi yang lebih mengedepankan analisis atau kajian epidemiologi serta pemanfaatan informasi epidemiologi, tanpa melupakan pentingnya kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar