Pengikut

Selasa, 01 Maret 2011

Disinfeksi

Secara kimia, air terdiri atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dengan rumus kimia Air adalah H2O. Air bisa berwujud cair, padat, gas dan uap air. Bila dilihat secara terpisah, Hidrogen dan Oksigen adalah dua unsur yang unik. Hidrogen dan oksigen bila secara terpisah dapat bereaksi dan menghasilkan energi panas yang besar, sedangkan setelah bergabung dan membentuk molekul air, justru bersifat sebaliknya yakni bersifat mendinginkan.

Julukan bumi sebagai planet biru adalah hal yang wajar, sebab air menutupi hampir 3 / 4 atau sekitar 71% dari permukaan bumi. Komponen air terbanyak berasal dari air laut, air bawah tanah, air permukaan seperti Sungai, danau ataupun kolam-kolam.

Dari semua sumber air yang ada, air asin yang berasal dari laut adalah air dengan jumlah terbanyak yang mencapai sekitar 97% dari jumlah total air yang ada di bumi, sedangkan untuk jumlah total air tawar hanya sekitar 3%. Dimana 2% air tawar yang ada tersedia dalam bentuk es di glasier dan es kutub utara / selatan, sedangkan air tawar sisanya yang 1% paling banyak berada di dalam tanah dan hanya sedikit yang merupakan air permukaan.

Air sangat penting bagi kehidupan, dan semua makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan air sebagai penunjang kehidupannya, selain udara tentunya. Dan bahkan berdasarkan teori evolusi, kehidupan / makhluk yang ada di darat sebenarnya berasal dari laut, yang tentunya proses evolusi tersebut membutuhkan waktu hingga jutaan tahun. Bagi kehidupan manusia, air memegang peranan penting, baik dalam kehidupan individu sehari-hari, perekonomian, pertanian, transportasi, industri dan masih banyak lagi.

Seiring dengan semakin banyaknya jumlah manusia yang hidup di bumi, kebutuhan dan permintaan akan air pun meningkat drastis. Coba anda bayangkan, berapa banyak air bersih yang harus disediakan jika penduduk bumi yang menurut PBB telah berjumlah 6,2 milyar jiwa pada tahun 2000? Jika setiap jiwanya membutuhkan minimum dua liter air bersih untuk minum setiap hari, maka setidaknya membutuhkan 12,4 milyar liter air bersih atau setara dengan air bersih sebanyak 62 juta drum ukuran 200 liter atau 2,48 juta mobil tanki air bersih ukuran 5000 liter per tangki! Bayangkan itu baru untuk minum, belum untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci tangan, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan, menyiram tanaman, dan masih banyak lagi.. !

Saat ini kebutuhan akan air bersih seakan berlomba dengan produksi air bersih, permintaan bersaing melawan suplai. Dimana kebutuhan akan air bersih meningkat drastis seiring bertambahnya penduduk, sedangkan produksi air bersih semakin lambat seiring kendala air baku baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Walaupun air bersih merupakan sumber daya alam yang dapat terbarukan, untuk masa yang akan datang diprediksikan bahwa akan terjadi kondisi dimana permintaan akan air bersih akan melebihi persediaan ataupun produksi air bersih yang dapat dihasilkan. Hal ini diperparah lagi dengan adanya pencemaran air permukaan dan bawah tanah seiring dengan semakin meningkatnya jumlah industri.

Oleh karena itu, kita pun harus mulai menghemat penggunaan air dan bahkan harus mencegah atau setidaknya mengurangi pencemaran dan pengrusakan terhadap lingkungan terutama yang berkaitan dengan sumber daya air yang kita miliki agar bisa kita gunakan untuk saat ini, esok dan masa yang akan datang.

Kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 2 / 3 atau sekitar 60% – 70% dari berat tubuh. Tetapi, kandungan air dalam lemak hanya sekitar10%, sehingga untuk yang orang yang mengalami problem kegemukan atau obesitas, persentase kandungan air dalam tubuhnya bisa kurang dari angka 60% tersebut.
Agar tubuh tidak mengalami kekurangan air alias dehidrasi, setiap hari kita harus minum air dalam jumlah yang cukup. Lantas seberapa banyak air yang harus kita minum setiap harinya agar kita terhindar dari dehidrasi?
Sebenarnya kebutuhan air bagi setiap orang tidak sama. Hal ini tergantung pada umur, aktifitas, program diet, dan iklim tempat kita tinggal.

Secara rata-rata kebutuhan air minum adalah 1/2 ounce untuk setiap pound berat badan. Bingung yah ? Bila anda tidak terbiasa menggunakan satuan ounce dan pound, gunakan konversi satuan di bawah ini :

1 kilogram = 2,20462262 pound
1 pound = 16 ounce

Sebagai contoh, jika berat badan anda 100 kilogram maka itu setara dengan 220,46 pound. Sehingga perkiraan air yang dibutuhkan adalah sebesar 110,23 ounce atau 6,89 pound atau setara dengan 3,125 liter air minum atau kira-kira sebanyak 16 gelas air ukuran 200 ml.
Bagaimana jika berat anda hanya 50 kilogram, berapa banyak air minum yang anda butuhkan? Cara mudahnya kalikan saja 16 gelas air dengan 50% , berarti anda tubuh anda membutuhkan sekitar 8 gelas air.
Berat badan 60 kg? ==> 16 x 60% = 9,6 ==> sekitar 10 gelas.
Berat badan 70 kg? ==> 16 x 70% = 11,2 ==> sekitar 11 gelas,
dan seterusnya.

Secara umum orang dewasa yang sehat membutuhkan sekitar 2 liter air minum setiap hari. Jumlah tersebut setara dengan 8 – 12 gelas air minum per hari. Indikator terjelas dari seberapa besar butuhnya tubuh anda membutuhkan air minum adalah ketika anda merasa haus. Jika merasa haus berarti tubuh anda butuh air.

Disinfeksi

Disinfeksi atau menghilangkan kuman dari air minum sangat penting dilakukan sebelum air tersebut diminum atau dikonsumsi oleh kita. Air yang kita peroleh dari sumur, hasil penyaringan sederhana, ataupun sumber yang lain mungkin akan terlihat bening, tidak berasa dan tidak berbau, tetapi hal itu tidak menandakan bahwa air tersebut bersih dari kuman penyakit.

Ada berbagai cara untuk melakukan disinfeksi atau menghilangkan kuman penyakit dari air yang akan kita konsumsi. Selengkapnya sebagai berikut :

1. Memanaskan atau memasak air
Pasteurisasi pada air yang akan dikonsumsi dapat dilakukan dengan jalan memanaskan air pada temperatur 55ºC – 60ºC selama sepuluh menit. Hal tersebut akan mematikan sebagian besar patogen yang ada dalam air. Walaupun demikian cara ini tidak efektif,sebab kita hampir tidak mungkin setiap saat dapat memantau air yang kita panaskan apa sudah berada dalam temperatur pasteurisasi tersebut atau belum.
Cara lain yang lebih efektif dan telah sering kita lakukan adalah memasak atau merebus air yang akan kita konsumsi hingga mendidih. Cara ini sangat efektif untuk mematikan semua patogen yang ada dalam air seperti virus, bakteri, spora, fungi dan protozoa. Lama waktu air mendidih yang dibutuhkan adalah berkisar 5 menit, namun lebih lama lagi waktunya akan lebih baik, direkomendasikan selama 20 menit.
Walaupun mudah dan sering kita gunakan, kendala utama dalam memasak air hingga mendidih ini adalah bahan bakar, baik itu kayu bakar, briket batubara, minyak tanah, gas elpiji ataupun bahan bakar lainnya.

2. Radiasi dan Pemanasan Dengan Menggunakan Sinar Matahari
Proses radiasi ultra violetdan pemanasan air dengan menggunakan sinar matahari ini dapat dilakukan dengan bantuan wadah logam ataupun botol transparan. Botol transparan yang digunakan umumnya adalah botol plastik. Botol kaca dapat digunakan tetapi memiliki kelemahan mudah pecah, lebih berat dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemanasan. Oleh karena itu gunakanllah botol kaca yang dapat ditembus oleh sinar ultra violet.
Untuk mengantisipasi bahaya dari pemakaian plastik, sebaiknya gunakan botol plastik dengan nomor logo daur ulang 1 atau PETE/PET (polyethylene terephthalate), atau lebih baik lagi bila anda memiliki botol bernomor 5 atau PP (polypropylene).

contoh botol disinfeksi


Untuk mempercepat proses radiasi dan pemanasan botol transparan tersebut dicat hitam pada salah satu sisinya (50% dari permukaan botol) atau diletakkan pada permukaan media yang berwarna gelap yang dapat mengumpulkan dan menimbulkan radiasi panas. Pada kondisi demikian, setelah diletakkan selama beberapa jam (5-6 jam untuk keadaan cerah) air di dalam botol tersebut akan dapat mencapai 55ºC (mencapai suhu pasteurisasi) sehingga patogen yang ada dalam air dapat dieliminir.
Untuk hasil yang lebih baik lagi, sebelum dijemur lakukan proses aerasi dengan mengocok botol terlebih dahulu setelah itu botol diletakkan pada permukaan metal seperti atap seng.

contoh penjemuran di atap rumah

3. Air Perasan Jeruk Nipis
Cara ini efektif untuk mengatasi virus kolera. Dengan menambahkan air jeruk nipis hingga mencapai 1-5% dari air yang hendak dikonsumsi dapat menurunkan pH air di bawah 4,5. Pada tahap ini virus kolera dapat dikurangi hingga hampir 100%. Selain itu dari hasil penelitian, pertumbuhan virus kolera pada nasi dapat ditahan dengan menggunakan air jeruk nipis pada saat dimasak.


Kelemahan dari cara ini adalah bila campuran air perasan jeruk nipis terlalu banyak akan dapat merubah rasa air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar