Pengikut

Selasa, 01 Maret 2011

PENGETAHUAN MASYARAKAT DAPAT MENENTUKAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI INDONESIA


Air adalah salah satu komponen dalam lingkungan yang sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan mahkluk hidup. Di dunia ini tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa adanya air. Itu semua terbukti bahwa air sangat erat kaitannya dengan kelangsungan kehidupan, mulai dari tumbuhan, hewan dan manusia serta bumi tempat mahkluk hidup tinggal pun juga memerlukan air yang bersih untuk proses kehidupannya. Di bumi kita ini air sangat melimpah bahkan jika kita lihat bumi dari permukaan bulan maka yang terlihat jelas ialah bentangan atau hamparan samudra yang sangat luas. Selain itu, air termasuk barang ekonomis yang dapat digunakan tanpa harus mengeluarkan biaya. Namun, itu semua tidak seperti dulu. Kini air yang jumlahnya melimpah akan tetapi kualitas air sudah tidak terjamin. Jadi walaupun tersedia dalam jumlah banyak, namun kini air yang ada disekitar kita sudah tidak bersih, bahkan ada yang sudah tidak layak untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Sekarang air yang melimpah ternyata sudah banyak sekali yang tercemar.pencemaran air berarti bahwa air sungai, air tanah, danau, rawa, atau air laut telah terkontaminasi oleh limbah industri dan sampah. Limbah industri sudah jelas sangat membahayakan apabila dibuang ke air, karena mengandung berbagai macam bahan kimia berbahaya dan beracun serta logam berat berbahaya apalagi jika limbah tersebut dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu. Selain limbah, sampah juga termasuk mencemari air karena dalam sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke sungai pasti juga memiliki bahan kimia tertentu yang berbahaya dan dapat menurunkan kualitas air tersebut. Dan berbahayanya, sekali pencemaran terjadi pada air sungai atau air tanah, maka air tersebut tidak dapat digunakan lagi sebagai air minum bagi mahkluk hidup apapun. Selain itu, mahkluk hidup yang berada disekitar tempat pencemaran tersebut akan mendapatkan dampak negatifnya, begitu juga bagi manusia.
Di kawasan pulau jawa pada umumnya sungai yang terdapat disana sudah tercemar, terutama sungai-sungai besarnya seperti sungai ciliwung. Biasanya sungai-sungai yang tercemar apabila tiba musim kering atau kemarau, arus dan debit airnya berkurang. Itu mengakibatkan konsentrasi bahan-bahan pecemar meningkat dengan cepat. Untuk air sumur masyarakat saat ini juga sudah banyak yang tercemar. Ini menunjukan akan terjadinya krisis air bersih.
Di sisi lain, adanya pencemaran air oleh logam berat seperti mercury sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pantai-pantai yang ada disekitar kota-kota besar, seperti teluk Jakarta, teluk Surabaya sudah tercemar oleh limbah industri dan sampah kota besar tersebut. Itu semua berdampak pada rusaknya terumbu karang dimana berakibat berkurangnya jumlah ikan, rusaknya hutan mangrove (bakau) yang berfungsi mengurangi tingkat abrasi air laut.
Sebenarnya, kita ketahui bersama bahwa kondisi air (khususnya di Indonesia) yang ada di sungai, danau, air tanah, rawa dan air laut kondisinya bersih dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia sehari-hari, begitu juga makhluk hidup lainnya. Namun, apabila sumber daya air tersebut sudah tercemar dan keindahan sumber daya alamnya rusak, maka akan memerlukan waktu yang lama untuk mengembalikan seperti kondisinya semula.
Pencemaran dan kerusakan lingkungan sekarang ini terjadi karena pembangunan yang sangat cepat. Ini menonjol di kawasan perkotaan seperti Jakarta dan lainnya, namun tidak menutup kemungkina di era global ini di tingkat kabupaten atau bahkan kecamatan di Indonesia sudah mulai adanya hal terbut contohnya, di kawasan bogor. Ini menjadi penyebab karena pembangunan infrastruktur yang ada tidak melihat atau memperhitungkan daya dukung lingkungan khususnya diperkotaan. Sehingga lebih banyak dampak negatif dari pada postitifnya. Di Indonesia banyak sekali kota atau kawasan yang tidak menggunakan konsep tata ruang dan kota secara matang, walaupun ada yang menggunakan namun tidak maksimal. Selain itu ialah urbanisasi, termasuk ke dalam penyebab karena masih sering kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang masih terpusat, telah memicu terjadinya urbanisasi secara bersar-besaran dan kontinu. Kemudian terjadinya migrasi penduduk pedesaan ke daerah perkotaan, mengakibatkan jumlah penduduk di perkotaan meningkat dimana dapat mempengaruhi daya dukung lingkungan. Kondisi tersebut akan berdampak buruk dimana mengakibatkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan seperti pencemaran air dan lainnya.
Selain hal-hal tersebut, yang lainnya ialah adanya perubahan gaya hidup dimana pada zaman modern ini masyarakat pada umumnya memiliki gaya hidup yang sangat tidak sesuai dengan etika lingkungan dimana gaya hidupnya sekarang tidak pekah terhadap lingkungan sekitarnya. Dan penyebab yang lainnya ialah fasilitas yang kurang memadai baik baik sarana maupun prasarana, banyak perencanaan kota yang tidak sesuai, dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dan salah satu penyebab utamanya, terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan itu semua karena masyarakat tidak memiliki pengetahuan atau wawasan mengetahui pentingnya menjaga lingkungan. Hal itu karena tidak mungkin seseorang memiliki wawasan atau pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tidak melakukan hal-hal yang dapat mengembangkan atau mencegah terjadi pencemaran air, kecuali wawasan orang tersebut kurang mengenai hal lingkungan hidup.
Berbalik kembali pada masalah pencemaran yang telah dijabarkan, dapat kita tarik sedikit kesimpulan bahwa tercemarnya dan menurunnya kualitas air bersih di Indonesia pada khususnya itu dilakukan oleh warga yang tinggal di Indonesia sendiri. Di abad ini ternyata bencana kerusakan alam atau lingkungan kebanyakan tidak terjadi secara alamiah. Akan tetapi itu semua terjadi akibat mahkluk hidup bernama manusialah yang menyebabkannya. Biasanya penyebab manusia melakukan hal tersebut ialah himpitan ekonomi, keserakahan, individualisme, dan kesenjangan sosial dimana hal-hal tersebut berdampak manusia tidak peduli terhadap lingkungan sehingga lingkungan menjadi tercemar dan rusak serta menimbulkan bencana alam, dimana manusia jugalah yang merasakan dampak buruk dari perbuatannya sendiri.
Itu semua memang suatu ironi tersendiri, dimana fenomena tersebut jika tidak di ubah atau diperbaiki, maka kita semua tinggal menunggu waktu dari Tuhan Yang Maha Esa, sampai kapankah bumi kita ini dapat bertahan akibat tangan-tangan jahil manusia yang kebanyakan memang tidak bertanggung jawab.
Namun, kita sadari bersama memang ada sebagian kecil manusia yang memiliki wawasan tentang lingkungan berupaya menyelematkan dirinya dan orang lain, karena jika bencana sudah terjadi akibat tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, maka yang terkena dampaknya tidak hanya yang bersalah tapi yang tidak bersalah juga ikut terseret dalam bencana yang terjadi.
Dalam rangka menyelamatkan agar tidak terjadinya krisis air bersih yang semakin menghawatirkan, maka semua mahkluk hidup terutama manusia, harus melakukan langkah preventif agar air bersih tetap ada. Ini semua harus di dukung oleh sumber daya manusia yang berwawasan lingkungan. Akan tetapi, kita ketahui bersama bahwa wawasan tentang lingkungan masyarakat Indonesia pada umumnya belum maksimal bahkan ada masyarakat Indonesia yang tidak memiliki wawasan tentang lingkungan sama sekali.
Pemberian wawasan tentang lingkungan kepada masyarakat harus di tanamankan sejak dini. Dalam hal ini pemerintah melalui departemen yang tekait harus ikut mengadakan yang namanya sosialisasi agar tingkat wawasan masyarakat meningkat untuk menjaga lingkungannya. Saat ini di setiap tingkat satuan pendidikan yang penulis tahu khususnya SMA dan atau sederajat sudah ada yang namanya mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) ini adalah langkah yang sangat positif dan harus dilaksanakan secara maksimal dan kontinu agar para lulusan bisa menjadi manusia yang beradab, dalam hal ini memiliki adab yang baik terhadap lingkungan hidup disekitarnya. Dalam hal ini walaupun pencemaran semakin kritis, namun tidak ada kata terlambat untuk kebaikan kita bersama. Akan tetapi semua tidak akan berguna apabila komponen pemerintah sendiri tidak memiliki pemerintahan yang berwawasan lingkungan, jadi dari pemimpin-pemimpinnya harus dibenahi terlebih dahulu agar dalam proses sosialisasinya tidak terjadi hal yang kontradiksi. Ini berarti semua yang bertempat di Indonesia pada khususnya harus bersatu padu dalam penanggulangan pencemaran air bersih. Dan dengan wawasan lingkungan yang baik kita berusaha menggunakan wawasan tersebut untuk menjamin adanya ketersediaan air bersih di Indonesia.
Saat ini penanggulangan masalah lingkungan terutama pencemaran air, sudah mulai di upayakan oleh pihak pemerintah. Untuk melihat kondisi air tercemar atau tidak, harus berdasarkan pada baku mutu kualitas air yang telah ditetapkan. Baku mutu yang ditetapkan terhadap danau dan daerah sungai maupun pantai tergantung pada penggunaannya. Sebagai contoh umum, baku mutu untuk air minum didasarkan pada efeknya terhadap kesehatan manusia. Setiap baku mutu yang telah ditetapkan, harus dilakukan pemantauan terhadap baku mutu kualitas air.
Usaha pencegahan pencemaran air yang perlu dilakukan ialah pada pabrik dan perusahan yang menghasilkan air limbah, air buangannya harus dikontrol oleh pemerintah secara tepat. Standar yang telah ditetapkan harus dipatuhi. Untuk itu, pabrik atau perusahan harus membangun sistem pengolahan limbah dan atau jika perlu dengan melakukan teknologi yang mendukung strategi produksi bersih dimana yang dimaksud dengan produksi bersih (Cleaner Production) merupakan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu yang ditetapkan secara terus menerus pada proses produksi, produk, dan jasa sehingga meningkatkan eko-efiseinsi dan mengurangi terjadinya resiko terhadap manusia dan lingkungan. Hal ini untuk memantau limbah yang dikeluarkan secara periodik apakah memenuhi standar atau tidak.
Pengukuran air limbah rumah tangga yang kita hasilkan sehari-hari memang agak sulit. Namun hal ini perlu dibuat sistem pengelolaannya, walaupun memerlukan dana dan waktu untuk membuatnya. Sementara system pengelolaan belum ada, setiap rumah tangga harus mengelola limbah buangannya. Limbah rumah tangga yang harus kita perhatikan adalah minyak bekas gorengan, sisa makanan, air bekas cucian pakaian, bekas air mandi, bekas cucian dapur dan lainnya yang dapat mencemari air.
Program yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menanggulangi pemcemaran air misalnya dengan program Kali Bersih (Prokasih). Program ini telah dilakukan sejak tahun 1989, dimana bertujuan untuk perbaikan kualitas air sungai sehingga memenuhi persyaratan sesuai dengan peruntukkannya, termasuk aktivitas-aktivitas untuk mengurangi beban pencemaran yang dibuang ke sungai dari pabrik melalui fasilitas pengelolaan.
Kini, ada 17 propinsi yang berpartisifasi dalam program kali bersih dan aktivitas yang telah dilakukan pada 37 DAS (daerah aliran sungai) dan 77 sub DAS.
Selain pencemaran air di permukaan tanah, ternyata air bawah tanah juga sudah terancam tercemar. Untuk itu, pengelolaan air tanah juga harus diperhatikan demi terus tersedianya pasokan air bersih di Indonesia pada khususnya.
Sumber daya air tanah di Indonesia telah berubah nilainya dari barang bebas (free goods) menjadi barang yang bernilai ekonomis (economic goods), sehingga dapat digolongkan sebagai sumber daya alam yang vital peranannya dalam pembangunan, bahkan strategi di beberapa daerah. Mengingat nilai dan peranan sumber daya air tanah tersebut pengaturan pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana bertumpu pada azas kemanfaatan dan kelestarian yang didasari oleh aspek hukum dan aspek teknis.
Indonesia sebagai salah satu kawasan yang sangat kaya akan adanya air mulai dari air di permukaan tanah maupun di bawah permukaan tanah. Namun kini, sumber daya air Indonesia sudah mulai terkena pencemaran dan penurunan kualitas airnya. Itu semua di sebabkan oleh berbagai masalah seperti yang telah dijabarkan sebelumnya. Dan jika itu terus di diamkan, maka terjadinya krisis air bersih di Indonesia tinggal menunggu waktu. Saat ini di Indonesia sudah mulai ada daerah yang mengalami krisis air bersih khususnya di kawasan Indonesia bagian tengah seperti Kawasan Nusa Tenggara. Ini sangatlah berbahaya walaupun belum sampai ke level nasional tapi ini tanda-tanda yang sangat buruk bagi masa depan Indonesia kedepannya jikalau masalah yang menjadikan ketersediaan air bersih belum di selesaikan.
Air bersih sekarang ini sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Titik permasalahan dalam hal ini ialah tingkat pengetahuan atau wawasan masyarakat di Indonesia mengenai lingkungan hidup sangat minim. Itu semua terlihat jelas, masyarakat di Indonesia pada umumnya lebih mementingkan masalah atau kepentingan lainnya dibandingkan mengenai lingkungannya sendiri. Dan mayoritas bisa di katakana seperti itu, namun kita juga ketahui bersama bahwa memang belum tentu seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi sampai bergelar Sarjana, Magister, bahkan Doktor, tapi pengetahuan tentang lingkungan hidupnya tidak dapat di andalkan dan yang buruknya ada juga yang tidak memiliki pengetahuan tersebut. Ini terjadi karena dalam sistem pembelajaran di sekolah atau perguruan tingginya tidak di masukan materi mengenai lingkungan hidup tapi lebih kepada materi-materi disiplin ilmu masing-masing yang sedang dipelajari, padahal pengetahuan lingkungan hidup harusnya dimiliki oleh seluruh warga masyarakat baik yang berpendidikan tingga maupun yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Hal ini dimaksudkan karena lingkungan hidup itu tidak terkait perseorangan akan tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi intinya pengetahuan mengenai lingkungan hidup haruslah ditanamkan sejak dini, agar nantinya jikalau orang tersebut sudah dewasa maka mereka akan menjaga lingkungannya agar tetap lestari kebersihannya. Ini semua memang sulit di realisasikan, karena pemerintah sebagai pemilik kekuasaan lewat Departemen Pendidikan Nasional, belum dapat merealisasikan adanya materi pengenai lingkungan hidup di setiap tingkat pendidikan. Dan pada akhirnya pemerintah daerah sendirilah yang berupaya mengadakan materi mulok mengenai lingkungan hidup.
Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup sangat dibutuhkan apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Hal ini sangatlah benar karena jika kita bandingkan antara masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup agar tetap bersih dan tidak mencemari lingkungan khususnya air dengan masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, maka yang terjadi yakin pasti masyarakat yang memiliki pengetahuan saja yang berupaya untuk mejaga lingkungan sekitarnya agar tetap lestari. Sedangkan yang tidak memiliki pengetahuan maka mereka hanya akan terus melakukan hal-hal yang hanya akan memperparah terjadinya pencemaran lingkungan hidup. Walaupun saat ini yang memiliki pengetahuan enggan melakukan upaya preventif apapun karena sudah terpengaruh oleh gaya hidup yang hedonis, matrealistis, dan lainnya sehingga orang yang memiliki pengetahuan enggan melakukan hal-hal yang dapat mejaga kelestarian lingkungan hidup.
Itu semua memang menjadi suatu ironi tersendiri mengenai masyarakat yang bersifat heterogen dan majemuk. Walaupun demikian tidak ada sedikitpun hal yang baik itu bersifat buruk. Jadi walau hanya sedikit nantinya yang memanfaatkan pengetahuannya tentang lingkungan hidup, tapi setidaknya kita sudah berupaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari. Mengenai dimanfaatkan atau tidaknya pengetahuan yang telah diberikan kepada masyarakat itu kembali kepada individunya masing-masing karena kelangsungan hidup kita agar tetap sehat ada di tangan kita masing-masing agar tetap berusaha namun kita kembalikan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menetukan hasilnya nanti.
Dalam hal ini masyarakat yang nantinya jika sudah memiliki pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar tidak tercemar diharapkan dapat mengusahakan sendiri atau bersama-sama masyarakat lainnya untuk berupaya menanggulangi permasalahan pencemaran khususnya air, karena kita ketahui bersama air bersih di Indonesia sekarang ini sangat sulit untuk didapatkannya dan adapun air bersih itu hasil pengolahan atau mata air pegunungan yang sekarang juga kebanyakan sudah teremar. Kita harus membelinya untuk mendapatkan air bersih tersebut padahal dulu kita hanya tinggal menyediakan tempat dan air bersihnya tersedia dengan tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Namun kita ketahui bersama waktu tidak mungkin berbalik ke belakang, itu semua terjadi pada zaman dulu, kini kita ada di zaman yang serba teknologi dimana zaman era globalisasi yang modern ini ternyata lebih banyak buruknya karena tidak di barengi dengan etika lingkungan. Padahal lestarinya alam ini ialah untuk kepentingan kita semuanya.
Dengan pengetahuan masyarakat yang sangat minim dalam hal lingkungan hidup, maka sampai kapanpun juga masyarakat yang minim pengetahuan tersebut akan terus melakukan hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan konsep daya dukung lingkungan dan etika lingkungan yang ada. Dan itu semua pasti akan berakibat buruk. Jadi tidak ada salahnya jika pemerintah melalui departeman yang terkait berupaya melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai lingkungan hidup dan serta bahayanya jika kita tidak menjaga lingkungan agar nantinya masyarakat merasa peduli dan harus melakukan hal-hal yang dapat membuat lingkungan alam sekitarnya tetap lestari nyaman dan bersih.
Hal tersebut akan berhasil jika dari pihak pemerintah sendiri memiliki keinginan menangani masalah yang akan mengakibatkan krisis air bersih ini, jika tidak ada niat tapi tetap melakukan hal yang disebutkan di atas maka akan sia-sia hasilnya dimana hanya akan menghabiskan biaya yang bermilyar-milyar bahkan lebih. Jadi harus direncanakan secara sungguh-sungguh dan tepat guna. Agar nantinya tercipta hasil yang memuaskan bagi pemerintah dan masyarakat sebagai objek yang akan di jadikan peserta penyuluhan tersebut nantinya. Jangan pada akhir program sosialisasi yang ada ialah kecurigaan adanya tindak pidana korupsi dana penyuluhan tersebut.
Itu untuk pemerintahnya sendiri, sedangkan untuk masyarakatnya di harapkan tidak hanya bersikap statis mengenai masalah krisis air besih ini, masyarakat pun diharapkan bersikap dinamis mengenai hal yang sangat vital ini. Dalam hal ini seharusnya masyarakat memiliki kesadaran tersendiri agar bersikap yang sesuai dengan etika lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai, hemat menggunakan air bersih, memilah sampah organik dengan anorganik agar tidak bercampur karena jika bercampur akan lebih berbahaya, dan lain sebagainya. Itu semua harus dilakukan oleh seluruh masyarakat yang berada di Indonesia agar ketersedian air bersih tetap bisa terjaga sampai nanti generasi penerus kita dapat menikmati air bersih di negaranya sendiri tidak mengimpor air bersih dari luar negeri. Dan diharapkan bagi masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan memberikan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat yang lainnya, karena jika kita menunggu langkah pemerintah biasanya memerlukan waktu lama karena birokrasi yang berbelit-belit. Jadi dari pada menunggu terlalu lama kenapa tidak kita yang sedikit memiliki pengetahuan tentang hal tersebut memberikan sedikit ilmu yang kita miliki kepada rekan-rekan kita dimana nantinya manfaatnya kita rasakan bersama, sebab untuk menanggulangi masalah agar tidak terjadi krisis air tidak akan dapat di selesaikan oleh satu atau dua orang saja, tapi kita semua harus bersatu padu bersama-sama menanggulangi atau bahkan menjaga agar tidak terjadinya krisis air terlalu buruk dan krisis air bersih yang berkepanjangan. Jika itu sudah terjadi sedangkan upaya pencegahan atau penanggulangan tidak secepatnya dilakukan maka yang terjadi ialah terjadinya seleksi alam besar-besaran sampai pada tahap dimana nantinya makhluk hidup yang tidak tahan jika tidak ada air akan mengalami kepunahan termasuk manusia di dalamnya. Adapun yang bertahan dengan air yang tidak bersih pasti akan mengalami kelainan-kelainan secara fisiologis tapi pada akhirnya kematianlah yang akan datang jika krisis air bersih ini tidak segera di upayakan penanggulangan dan serta pencegahannya.
Jadi masyarakat yang sudah memiliki pengetahuan lebih harus melakukan transfer ilmunya kepada masyarakat yang belum memiliki pengetahuan tersebut. Bagi warga masyarakat yang beragama Islam di wajibkan saling menasehati sesama manusia, ini telah dijelaskan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa dalam Al-Quran Surat Al-Ashr ayat ke tiga, disana dijelaskan manusia itu harus saling menasehati satu dan lain dalam kebenaran dan kesabaran. Dan transfer ilmu ini termasuk kedalam hal kebenaran jadi tidak ada salahnya malah yang ada ialah kebaikan yang tiada tara, mengenai hasilnya kita serahkan kembali kepada-Nya.
Kini kita ketahui bersama bahwa air bersih itu sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang berada di bumi untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangannya. Dan krisis air bersih yang terjadi akibat pencemaran yang terjadi pada sumber daya air sangat berbahaya jika tidak dilakukan langkah penanggulangan dan pencegahan dari semua kalangan. Baik pemerintah dengan segala kewenangannya dan masyarakat dengan segala pengetahuannya harus bersatu padu melakukan langkah konkret agar krisis air bersih tidak berkepanjangan dan dapat secepatnya diatasi demi kelangsungan kehidupan yang lebih baik.
Sudah dibahas diatas bahwasanya pengetahuan masyarakat ternyata dapat menentukan ketersedian air bersih di Indonesia. Akan tetapi kita juga ketahui bersama tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan tentang masalah yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Untuk itu, diharapka pemerintah sebagai yang memiliki kuasa atas Negara melakukan upaya agar tingkat pengetahuan masyarakat tentang lingkungan meningkat, karena dengan peningkatan pengetahuan tersebut, maka masyarakat akan sadar dengan sendirinya bahwa menjaga lingkungan itu sangat penting bagi mereka dan kelangsungan generasi mereka di masa yang akan datang.
Intinya ketersedian air bersih akan tetap aman dan ada jikalau semua pihak dalam hal ini pemerintah dan masyarakat bersama-sama memanfaatkan pengetahuan mereka untuk mengatasi atau mencegah agar nantinya tidak terjadi krisis air bersih yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Jadi mulai sekarang diharapkan semua kalangan memiliki kepedulian terhadap lingkungan ditambah pemanasan global sudah memperlihatkan bentuk-bentuk buruknya terhadap kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Jadi gunakan pengetahuan yang kita miliki untuk menjaga agar ketersedian air bersih di Indonesia tetap ada. Amin,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar